Jakarta (KABARIN) - Ratusan wanita yang mengenakan kerudung merah dan tergabung dalam kelompok Emak Muda Bersatu menggelar aksi damai di kawasan Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, pada Senin dengan menyampaikan delapan poin tuntutan.
“Kami merupakan kumpulan para ibu muda yang peduli terhadap masa depan anak-anak, keluarga, dan bangsa Indonesia,” kata Koordinator Lapangan (Korlap) Dewi dalam orasinya di Jakarta, Senin.
Dia menyebutkan terdapat delapan poin utama yang dibawa dalam aksi tersebut. Pertama, mereka mendesak percepatan pembahasan serta pengesahan Undang-Undang Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami mendukung program MBG karena menyangkut masa depan generasi Indonesia. Program ini harus memiliki landasan hukum yang kuat agar pelaksanaannya semakin baik, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” tegas Dewi.
Poin kedua, lanjut Dewi, adalah dorongan agar Undang-Undang Perampasan Aset Koruptor segera disahkan.
Ia menegaskan bahwa masyarakat telah lama menantikan langkah tegas terhadap pelaku korupsi.
"Uang negara yang dicuri harus dikembalikan untuk kepentingan rakyat, bukan hanya pelakunya yang dihukum," ujar Dewi.
Poin ketiga, massa menyatakan dukungan terhadap Koperasi Merah Putih sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil, termasuk UMKM, petani, nelayan, dan ibu rumah tangga.
Poin keempat, mereka mendukung program Sekolah Rakyat karena masih banyak anak dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan akses pendidikan layak.
“Kami mendukung program ini agar semakin banyak anak Indonesia yang mendapatkan kesempatan belajar dan meraih masa depan yang lebih baik,” ucap Dewi.
Poin kelima, massa mendukung percepatan ketahanan pangan nasional serta pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.
Dewi menilai bahwa ketersediaan pangan dan pembangunan infrastruktur merupakan kebutuhan penting bagi masa depan Indonesia.
“Program yang bermanfaat bagi rakyat harus terus dikawal dan dipercepat,” katanya.
Poin keenam, mereka mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah bangsa.
Ia menekankan bahwa perbedaan pandangan tidak boleh merusak persaudaraan antarwarga negara.
Poin ketujuh, kelompok ini meminta Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi menteri dan wakil menteri yang dinilai tidak bekerja maksimal.
“Program yang baik membutuhkan pelaksana yang baik. Karena itu, pejabat yang tidak mampu bekerja sesuai harapan rakyat perlu dievaluasi dan diganti,” ungkap Dewi.
Poin kedelapan, mereka menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Kami menilai berbagai program yang sedang berjalan perlu mendapat kesempatan untuk dilanjutkan dan disempurnakan demi kesejahteraan rakyat,” imbuh Dewi.
Lebih lanjut, Dewi menegaskan bahwa aksi ini menunjukkan bahwa para ibu muda tidak hanya fokus pada keluarga, tetapi juga peduli terhadap arah pembangunan bangsa.
Ia berharap pemerintah dapat mendengarkan aspirasi masyarakat dan mempercepat program-program yang dinilai membawa manfaat nyata bagi publik.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026